Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Post Icon

RPP kelas 1 semster satu bab 3



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Satuan Pendidikan                  :     SMA NEGERI 8 MAKASSAR
Mata Pelajaran                        :     Fisika
Kelas/Semester                        :     X / 1 (ganjil)
Tahun Ajaran                          :     2013/2014
Materi Pembelajaran               :     Gerak
Alokasi Waktu                        :     1x pertemuan (3x45 menit)

I.         Standar Kompetensi
Menerapkan konsep dan prinsip dasar kinematika dan dinamika benda titik.
II.      Kompetensi Dasar
Menerapkan konsep dan prinsip dasar kinematika dan dinamika benda titik.
III.   Indikator
1.      Menjelaskan gerak lurus beraturan
2.      Menjelaskan gerak lurus berubah beraturan
IV.   Tujuan Pembelajaran
1.      Siswa dapat mengetahui gerak lurus beraturan.
2.      Siswa dapat mengetahui gerak lurus berubah beraturan.
V.      Materi Ajar
A.     Gerak
Gerak adalah perpindahan atau perubahan posisi suatu benda terhadap benda lain yang ditetapkan sebagai titik acuan.
1.      Jarak dan perpindahan
·         Jarak adalah panjang lintasan yang ditempuh suatu benda. Jarak merupakan besaran scalar  sehingga bergantung pada lintasan yang ditempuh.
Jarak dilambangkan dengan s

·         Perpindahan adalah perubahan kedudukan atau posisi suatu benda terhadap titik acuan atau posisi awal. Besar perpindahan hanya bergantung pada kedudukan awal dan kedudukan akhir, tidak bergantung pada lintasan yang ditempuh benda. Perpindahan merupakan besaran vector.
Di tulis dengan persamaan
Δx = kedudukan akhir-kedudukan awal
Dgn
Δx= + : perpindahan (x) ke arah kanan sumbu x
Δx= -: perpindahan (x) ke arah kanan sumbu-x
2.      Kelajuan dan kecepatan
·   Kelajuan adalah besaran scalar, sehingga selalu bernilai positif. Kelajuan tidak bergantung pada arah perpindahan suatu benda besarnya hanya di tentukan oleh jarak tempuh dan waktu tempuh. Dapat ditulis dengan persamaan.
Dimana
v = s/t
v = kelajuan (m/s)
s= jarak tempuh (m)
t= waktu tempuh (s)
contoh
seorang anak berlari dengan cepat karena sudah terlambat menuju ke sekolah. Untuk menempuh jarak 300 meter dibutuhkan waktu 50 sekon. Berapakah laju anak itu ?
jawab
s = 300m
t= 50 s
v =300/50
 
  , jadi laju anak itu 6m/s
·   Kecepatan adalah perpindahan suatu benda terhadap waktu. Dimana kecepatan merupakan besaran vector sehingga hanya bergantuk pada perpindahan dan waktu tempuh dan arah gerak, dapat di tulis dengan persamaan
 
Dimana, v = x/t
      v adalah kecepatan
      x  adalah perpindahan            
      t adalah waktu tempuh.
Contoh
Sebuah mobil mengalami perpindahan sejauh 400 m dengan membutuhkan  waktu 8 s      berapakah kecepatan mobil tersebut?
Jawab :
 

    
3.      Kelajuan rata-rata dan kecepatan rata-rata
·         Kelajuan rata-rata adalah hasil bagi antara jarak total yang ditempuh dengan waktu tempuh suatu benda. Dapat di tulis dengan matematis
       
Dimana,   Δv = Δs/ Δt
    Δs = kelajuan rata2  
    Δt =  waktu rata2
·         Kecepatan rata-rata adalah hasi bagi antara perpindahan total  terhadap waktu tempuh suatu benda. Dapat ditulis
Dimana, Δv =  Δx/Δt


  Δx        = x2-x1
  Δt         =t2-t1
4. Kelajuan sesaat dan kecepatan sesaat
·         Kelajuan sesaat                  kecepatan sesaat
                     
5.  Gerak lurus  
6.      Percepatan  rata-rata adalah perubahan kecepatan tiap satuan waktu, dapatditulis dengan persamaan.
              a =      Δv /Δt


         
Dimana,           Δv  = perubahan kecepatan (ms)=vakhir-vawal
                        Δt = perubahan waktu(s)= takhir-tawal
                        a          = percepatan rata-rata (m/s2)
percepatan sesaat
 
VI.   Metode/Model Pembelajaran
-          Model              : TGT (Team Games Tournament)
-          Metode            : ceramah

Kegiatan
Fase
Kegiatan Guru
karakter
Waktu
(menit)
Kegiatan Awal
Fase 1:
Menyampaikan tujuan, motivasi dan mempersiapkan siswa.
·         Guru masuk dikelas, ketua kelas mempersiapkan kelas dan memimpin doa sebelum belajar.
·         Guru membuka pertemuan dengan mengucapkan salam selanjutnya guru mengecek kehadiran siswa.
Religious



toleransi
15
Kegiatan inti
Fase 2:
Menyampaikan informasi
Fase3:
Membimbing pelatihan.

Fase 4:
Mengecek pemahaman




Fase5:
Pelatihan lanjutan
·         Menjelaskan perbedaan jarak dan perpindahan
·         Memberi contoh jarak dan perpindahan
·         Menjelaskan perbedaan kelajuan dan kecepatan
·         Memberikan soal-soal sederhana mengenai kelajuan dan kecepatan yang diselesaikan oleh guru dan diperhatikan oleh kelas.

·         Guru memberikan soal-soal untuk dikerjakan oleh semua siswa.
·         Guru menunjuk salah satu siswa untuk mengerjakannya di papan tulis dan menanyakan kepada siswa, apakah jawaban di papan tulis sudah benar dan sama dengan yang dikerjakan di bangku masing-masing.
·         Jika semua sama dan benar maka guru melanjutkan kegiatan, namum jika masih ada kurang tahu maka guru mengajak kelas untuk menyelesaikan soal tersebut secara bersama.
·         Memberikan soal yang lebih rumit.

Rasa ingin tahu




Mandiri






Mandiri, jujur dan bertanggung jawab
Komunikasi
Dan bertanggung jawab





Komunikasi








mandiri
25


25



30









26
Kegiatan akhir
Penutup
·         Guru meminta siswa membuat kesimpulan sesuai dengan tujuan pembelajaran.
·         Guru memberikan tugas rumah.
·         Guru memberitahukan materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya.




mandiri





15

VII.Penilaian
Indikator Pencapaian Kompetensi
Teknik Penilaian
Bentuk Penilaian
·         Menjelaskan pengertian gerak, jarak, perpindahan, kelajuan, kecepatan.
·         Menjelaskan perbedaan kecepatan dan kelajuan.
·         Menjelaskan istilah-istilah yang ada pada gerak
·         Menyebutkan besaran-besaran pada gerak
·         Menyelesaikan soal-soal sederhana mengenai gerak.
Ulangan harian
Ulangan harian


Ulangan harian

Ulangan harian
Ulangan harian

Uraian
Uraian


Uraian

Uraian
Uraian


Skor Penilaian
No.
Instrumen Soal
Jawaban
Skor maks
1

Apa yang dimaksud dengan gerak?

Gerak adalah perubahan posisi atau kedudukan suatu benda dari satu titik acuan. 


10
2
Apa yang dimaksud dengan jarak, dan perpindahan, kelajuan dn kecepatan?

Jarak adalah panjang lintasan yang ditempuh suatu benda yang mengalami perpindahan,
perpindahan adalah perubahan kedudukan suatu benda ditinjau dari titik akhir ketitik awal.
Kelajuan adalah jarak tempuh suatu benda terhadap waktu.
Kecepatan adalah perpindahan suatu benda terhadap waktu.


20
3
Apa perbedaan kelajuan dan kecepatan?

Perbedaan Kelajuan dan kecepatan yaitu kelajuan merupakan besaran scalarkaren hanya memiliki nilai sedangkan kecepatan merupakan besaran vector karena memiliki nilai dan arah .


20



4
Apa pengertian percepatan rata-rata serta termasuk besaran apa?

Percepatan adalah perubahan kecepatan dalam selang waktu tertentu. Di mana kecepatan termasuk besaran vector karena memiliki arah dan nilai.

20
5
Seekor siput bergerak mengikuti lintasan lurus, berada di x1=12mm pada saat t1=2s. selanjutnya, siput di temukan di x2=44mm pada saat t2=10 s. tentukan kecepatan rata-rata dalam selang waktu tersebut.


Diketahui:
             x1  = 12mm
                  t1   = 2s
                  x2  =44mm
                  t2   =10s
Ditanyakan v = ........?

Penyelesaian
              

     
      Δt   = t2-t1
      Δt   = 10-2 = 8s
/s

30

Jumlah
100

Lembar Penilaian
No. Soal
Aspek yang dinilai
Skor
1.       
Menulis pengertian gerak, jarak dan perpindahan dengan benar
20
Jumlah skor
20
2.       
Menulis pengertian kelajuan dan kecepatan dengan benar
20
Jumlah skor
20
3.       
Menulis perbedaan kelajuan dan kecepatan dengan benar
20
Jumlah skor
20
4.       
Menulis pengertian percepatan dengan benar
20


20
5.       
Menulis diketahui dengan benar
5
Menulis persamaan dengan benar
5
Menulis rumus kecepatan, kelajuan, percepatan, dengan benar
5

Menulis hasil dan satuan kecepatan, kelajuan, percepatan, dengan benar
15
Jumlah skor
30

Format Penilaian Perilaku berkarakter
No
Uraian tugas kinerja
(perilaku)
Perlu perbaiakan
(D)
Menunjukkan kemajuan (C)
Memuaskan
(B)
Sangat baik
(A)
1.
2.
3.
4.
5.
Jujur
Tanggung jawab
Disiplin
Teliti
Peduli
....
....
....
....
....
....
....
....
....
....
....
....
....
....
....
....
....
....
....
....

Format Penilaian Perilaku Keterampilan Sosial
No
Uraian tugas kinerja
(perilaku)
Kurang
(D)
Cukup (C)
Baik
(B)
Sangat baik
(A)
1.
2.
3.
4.

5.
Mengeluarkan ide
Bertanya
Bekerjasama
Menerima pendapat orang lain
Komunikatif
....
....
....

....
....
....
....
....

....
....
....
....
....

....
....
....
....
....

....
....

                                                                                                Makassar,            2013          
Mengetahui :
Guru pamong                                                                          Guru Mata Pelajaran

DARMIANA, S.pd                                                                 SYAHRIR
NIP.19741126 200012 2 004                                                   NIm.20404110098

                                                Dosen pembimbing

                                                Muhammad Qaddafi, S.Si, M.Si                   
NIP. 19768082 200501 1 001

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

khutbah,,,,, mengapa bersyukur itu wajib



MENGAPA BERSYUKUR ITU WAJIB  Oleh: Zuhdi Amin, Lc.
KHUTBAH PERTAMA:

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ ...
فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ.
Ma'asyiral Muslimin A'azzanallah wa`iyyakum
Pada kesempatan yang mulia dan bahagia ini, marilah kita tidak lupa dan tidak bosan-bosannya untuk selalu dan senantiasa memanjatkan puja dan puji syukur kita ke hadirat Allah Ta’ala atas segala limpahan karunia, hidayah, dan berbagai kenikmatan yang telah, sedang, dan insya Allah akan kita dapatkan, baik nikmat Iman, nikmat Islam, nikmat kesehatan, nikmat kesempatan, nikmat kebersamaan, dan berjuta nikmat lainnya yang tidak akan mungkin bagi kita sebagai hamba yang lemah untuk dapat menghitung nikmat-nikmat tersebut. Allah Ta’ala berfirman,


وَآتَاكُم مِّن كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ وَإِن تَعُدُّواْ نِعْمَتَ اللّهِ لاَ تُحْصُوهَا
"Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala sesuatu yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya." (Ibrahim: 34).
Syaikh as-Sa'di Rahimahullah mengatakan dalam tafsirnya, "Maksudnya, Allah Ta’ala telah menganugerahkan kepada kalian segala sesuatu yang menjadi angan-angan dan kebutuhan kalian, berupa berbagai macam kenikmatan yang kalian mohonkan padaNya, baik dengan li-sanul hal maupun dengan lisanul maqal."
Kaum Muslimin Hafizhanallah wa`iyyakum
Jika kita mau menyadari dan merenungi betapa agungnya nikmat Allah yang telah Dia anugerahkan kepada kita, niscaya tidak ada alasan apa pun bagi kita untuk durhaka kepadaNya. Betapa tidak, sedangkan apa yang dialami seorang hamba dari mulai bangun tidur hingga tidur kembali, bahkan dalam tidur itu sendiri, semuanya itu tidak akan dapat ia jalani melainkan karena karunai dan izin dariNya. Apa yang ada pada diri dan jasad kita dari mulai ujung rambut hingga ujung kaki adalah pemberian Allah. Apa yang ada di sekeliling kita dari mulai keluarga, kerabat, sanak saudara hingga harta benda adalah karunia Allah. Tidak ada satu detik pun yang dijalani oleh seorang hamba dalam kehidupannya di dunia ini, melainkan ia selalu berada di bawah karunia dan anugerah Allah Yang Maha Pencipta. Allah Ta’ala berfirman,

 
وَمَا بِكُم مِّن نِّعْمَةٍ فَمِنَ اللّهِ ثُمَّ إِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فَإِلَيْهِ تَجْأَرُونَ
"Dan apa saja nikmat yang ada padamu, maka dari Allah-lah (da-tangnya)." (An-Nahl: 53).
Ma'asyiral Muslimin Rahimanallah wa`iyyakum
Setelah mengetahui hakikat yang agung ini, lalu apakah yang harus kita lakukan sebagai seorang hamba lemah yang tidak memiliki daya upaya apa pun untuk mewujudkan sesuatu melainkan karena pertolongan dariNya? Akankah kita durhaka kepadaNya padahal setiap detik kita menikmati pemberianNya? Akankah kita melalaikanNya karena kesombongan kita dengan mengatakan bahwa segala yang kita capai adalah karena usaha dan jerih payah kita belaka, padahal tidaklah kita tinggal melainkan di atas bumi-Nya dan bernaung di bawah langitNya?

Ada seorang laki-laki datang kepada Ibrahim bin Adham Rahimahullah, lalu ia berkata, "Sesungguhnya aku adalah orang yang banyak melakukan perbuatan dosa, maka nasihatilah aku!"
Ibrahim berkata, "Jika kamu mau menerima lima perkara dari-ku, dan kamu mampu melaksanakannya, maka perbuatan maksiat apa pun tak akan mencelakakan kamu."
Maka orang itu berkata, "Apakah itu?"
Ibrahim berkata, "Jika kamu ingin bermaksiat kepada Allah Ta’ala, maka janganlah makan dari rizkiNya!"
Orang itu menjawab, "Kalau begitu, dari mana aku makan, karena semua yang ada di bumi ini adalah pemberianNya?"
Ibrahim berkata, "Apakah pantas kamu bermaksiat kepada Allah, sedangkan kamu memakan rizkiNya?"
Orang itu menjawab, "Tidak, kemudian apa yang kedua?"
Ibrahim berkata, "Jika kamu ingin bermaksiat kepada Allah Ta’ala, maka janganlah kamu tinggal di bumiNya!"
Orang itu berkata, "Ini lebih besar dari yang pertama, di mana aku harus tinggal?"
Ibrahim berkata, "Apakah pantas kamu bermaksiat kepada Allah, sedangkan kamu memakan rizkiNya dan tinggal di bumi-Nya?"
Orang itu menjawab, "Tidak, kemudian apa yang ketiga?"
Ibrahim berkata, "Jika kamu ingin bermaksiat kepada Allah Ta’ala, maka carilah tempat di mana Allah Ta’ala tidak melihatmu!"
Orang itu berkata, "Ke mana aku harus pergi, sedangkan Allah Ta’ala mengetahui semua yang nampak dan tersembunyi?"
Ibrahim berkata, "Apakah pantas kamu bermaksiat kepada Allah, sedangkan kamu memakan rizkiNya dan tinggal di bumiNya serta Dia melihat apa yang kamu lakukan?"
Orang itu menjawab, "Tidak, kemudian apa yang keempat?"
Ibrahim berkata, "Jika malaikat maut datang untuk mengam-bil ruhmu, maka mohonlah kepadanya, 'Berilah aku waktu agar aku dapat bertaubat dan beramal shalih!'"
Orang itu berkata, "Permohonanku tidak akan dikabulkan dan mereka tak akan menunda (kematian)ku."
Ibrahim berkata, "Jika kamu tidak dapat menghindar dari datangnya kematian agar dapat bertaubat dan beramal shalih, maka kenapa kamu berbuat maksiat kepadaNya?"
Orang itu berkata, "Lalu apa yang kelima?"
Ibrahim berkata, "Jika di Hari Kiamat nanti, malaikat penjaga neraka datang untuk mengirimmu ke neraka, maka janganlah kamu menurutinya!"
Orang itu berkata, "Mereka tidak akan melepaskanku dan tidak akan mengabulkan keinginanku."
Ibrahim berkata, "Jika demikian, bagaimana kamu berharap dapat selamat?"
Orang itu pun berkata, "Cukuplah hal ini bagiku. Sungguh aku memohon ampun kepada Allah Ta’ala, dan bertaubat kepadaNya."

Kaum Muslimin yang Dimuliakan Allah
Renungilah hikmah yang terkandung dalam percakapan di atas. Sebuah dialog yang dapat menggugah hati kita yang sudah semakin beku dan keras. Benarlah apa yang telah dinasihatkan oleh ulama mulia tersebut, bahwa ternyata tidaklah kita hidup dan menikmati kehidupan ini melainkan karena anugerah dan karunia dari Allah Ta’ala. Tidak ada satu masa atau satu tempat pun, melainkan di sana ada nikmat Allah Ta’ala.

Oleh karena itu, sudah menjadi suatu keniscayaan dan kewa-jiban yang tidak dapat lagi kita tawar, yakni untuk senantiasa ber-syukur kepada Allah Ta’ala, kapan pun, di mana pun dan dalam kondisi apa pun. Meski kita sadari, bahwa sebanyak apa pun kita berusaha untuk mensyukuri nikmat Allah Ta’ala, niscaya syukur kita tersebut tidak akan mungkin dapat membayar segala kenikmatan yang telah Dia anugerahkan kepada kita, bahkan syukur yang kita lakukan pun, adalah bentuk nikmat yang Allah karuniakan kepada kita. Karena tidak akan mungkin bagi kita untuk menjadi hamba Allah yang bersyukur jika bukan karena ridha dan izinNya kepada kita. Allah Ta’ala berfirman,

وَاشْكُرُواْ لِلّهِ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
"Dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepadaNya kamu menyembah." (Al-Baqarah: 172).
Ma'asyiral Muslimin yang Saya Cintai dan Saya Muliakan
Lantas bagaimana caranya kita bersyukur kepada Allah? Apakah cukup dengan mengucapkan "Alhamdulillah" ketika kita mendapatkan nikmat? Tentu tidaklah demikian, karena syukur tidak cukup hanya dengan lisan, melainkan harus dengan hati, juga lisan, dan anggota badan. Syukur dengan hati yakni kita mengakui dan meyakini bahwa apa pun nikmat yang kita peroleh, semata-mata datangnya dari Allah Ta’ala. Sedangkan syukur dengan lisan, yaitu kita selalu membasahi lisan ini dengan dzikir dan ucapan syukur kepadaNya. Adapun syukur dengan anggota badan, maka kita menggunakan segala bentuk nikmat yang telah Dia anugerahkan kepada kita sebagai sarana untuk menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya. Kita pergunakan nikmat apa pun yang telah diberikanNya untuk merealisasikan tujuan utama kita diciptakan, yakni untuk beribadah kepada Allah Ta’ala.


وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu." (Adz-Dzariyat: 56).
Semoga Allah Ta’ala menjadikan kita termasuk hamba-hambaNya yang pandai bersyukur.

فَاسْتَبِقُواْ الْخَيْرَاتِ أَقُوْلُ قَوْلِي هَذا أَسْتَغْفِرُ اللهَ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ
KHUTBAH KEDUA :

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَلَّى اللَّّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا
Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah
Pada khutbah yang kedua ini, khatib hanya ingin berwasiat kepada diri khatib pribadi dan kepada jama'ah sekalian, marilah kita selalu berupaya semampu kita untuk menjadi orang-orang yang pandai mensyukuri karunia Allah Ta’ala, karena dengan bersyukur, kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tentram, dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita, karena kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia. Bersikaplah qana'ah, selalu merasa cukup dengan apa yang Allah berikan kepada kita.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

كُنْ قَنِعًا، تَكُنْ أَشْكَرَ النَّاسِ.
"Jadilah orang yang qana'ah, niscaya engkau menjadi manusia yang paling bersyukur." (HR. Ibnu Majah, no. 4214, dan dishahihkan oleh al-Albani).
Kebahagiaan tidaklah diukur dengan berlimpahnya materi dunia, akan tetapi dengan kenyamanan dan ketenangan jiwa, dan itu hanya akan diraih oleh orang mukmin yang selalu bersyukur kepadaNya.Syukurilah segala nikmatNya sekecil apa pun nikmat itu menurut kita, karena Allah telah menjanjikan pahala bagi orang yang mau bersyukur, dan mengancam dengan siksa bagi orang yang kufur. Sebagaimana FirmanNya,

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
"Dan ingatlah tatkala Rabbmu memaklumkan, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmatKu), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (Ibrahim: 7).
Marilah kita berdoa semoga Allah Ta’ala menjadikan kita sebagai hamba-hambaNya yang pandai bersyukur dan selalu qana'ah terhadap apa pun yang kita dapatkan).

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَصَلىَّ اللهُ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ تَسْلِيمًا كَثِيرًا وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ اْلحَمْدُ لِلهِ رَبِّ اْلعَالمَِينَ
Dikutib dari Buku Kumpulan Khutbah Jum’at Pilihan Setahun Edisi ke-2, Darul Haq Jakarta).

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS