Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Post Icon

laporan KKN berbasis posdaya



BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah salah satu kegiatan dalam perguruan tinggi yang diselenggarakan berdasarkan UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pendidikan pada dasarnya merupakan proses pendewasaan dan pemandirian manusia secara sistematis, agar siap menjalani kehidupan secara bertanggung jawab. Menjalani kehidupan secara bertanggungjawab berarti berani mengambil keputusan yang bijaksana sekaligus berani menanggung segala konsekuensi yang ditimbulkannya
Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu wujud Tri Dharma  Perguruan Tinggi dengan pemberian pengalaman belajar dan bekerja  kepada para mahasiswa tentang penerapan dan pengembangan ilmu dan teknologi di luar kampus. Mahasiswa sebagai elemen perguruan tinggi sekaligus generasi muda yang dibekali intelektualitas, memiliki tanggung jawab melaksanakan hal tersebut. Sehingga mahasiswa dijuluki sebagai “agent of changeDalam KKN mahasiswa belajar mengaitkan antara  dunia akademik-teoritik dengan dunia empirik-praktis bagi pemecahan permasalahan masyarakat agar masyarakat mampu memberdayakan  dirinya untuk menolong diri mereka sendiri.
 Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar terbagi atas 2 macam yaitu KKN reguler dan KKN profesi. Kuliah Kerja Nyata Profesi (KKNP) merupakan salah satu bentuk Kuliah Kerja Nyata yang dilaksanakan selama ± 2 bulan yang melibatkan mahasiswa dari berbagai fakultas dan jurusan dan sebagian besar program kerja yang dilaksanakan, terkait dengan bidang ilmu yang dimiliki oleh tiap-tiap mahasiswa.
Dalam Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Profesi Angkatan IV Universitas Islam Negeri Alauddin Makasar, telah diperkenalkan salah satu bentuk Kuliah Kerja Nyata yang untuk pertama kalinya dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar yaitu Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Posdaya yaitu KKN yang orientasi program kegiatannya terfokus  pada bidang tertentu sesuai dengan permasalahan kemasyarakatan dan arah kebijakan pembangunan yang diselenggarakan pemerintah pada wilayah tertentu. Kuliah Kerja Nyata Tematik Posdaya yang dilaksanakan oleh mahasiswa UIN Alauddin Makassar bertempat di sebuah kelurahan yaitu kelurahan pundata baji yang merupakan salah satu kelurahan  binaan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.

B.  Rumusan Masalah
1.      Bagaimana meningkatkan kemampuan menyatu bersama masyarakat, menerapkan ilmu dan tekhnologi yang sudah dipelajari secara langsung dan melihat apakah proses penerapan tersebut sesuai dengan teori, atau kuliah yang diikutinya serta membawa manfaat untuk rakyat ?
2.      Bagaimana membantu pemberdayaan keluarga dan masyarakat melalui penerapan ilmu dan tekhnologi dalam bidang wirausaha, pendidikan dan keterampilan, kesehatan, serta pembinaan lingkungan untuk membangun keluarga bahagia dan sejahtera ?
3.      Bagaimana berinteraksi sosial dan bekerja sama dengan mitra kerja dalam menggali potensi dan permasalahan masyarakat desa ?

C.  Tujuan
1.      Meningkatkan kemampuan menyatu bersama masyarakat, menerapkan ilmu dan tekhnologi yang sudah dipelajari secara langsung dan melihat apakah proses penerapan tersebut sesuai dengan teori, atau kuliah yang diikutinya serta membawa manfaat untuk rakyat.
2.      Membantu pemberdayaan keluarga dan masyarakat melalui penerapan ilmu dan tekhnologi dalam bidang wirausaha, pendidikan dan keterampilan, kesehatan, serta pembinaan lingkungan untuk membangun keluarga bahagia dan sejahtera.
3.      Untuk berinteraksi sosial dan bekerja sama dengan mitra kerja dalam menggali potensi dan permasalahan masyarakat desa.
4.      Mendorong keluarga untuk mampu membangun dirinya, sehingga meningkatkan kemampuan keluarga dalam mengatasi permasalahan yang dihadapinya.
5.      Tumbuhnya kesadaran keluarga tentang funggsi-fungsi utama keluarga terutama fungsi pendidikan, kesehatan, keagamaan, lingkungan.
























BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.  Pengertian KKN Tematik Posdaya
KKN merupakan wahana pembelajaran yang unik. Perbedaannya dengan
kuliah yang biasa (tatap muka di kelas) terletak pada sasaran, sarana/media, koutput dan outcomes dari proses belajar mengajar (PBM). Sasaran pembelajaran KKN terutama ditekankan pada pengembangan kecerdasan emosional para mahasiswa, selain mengasah kecerdasan inteligensianya. Kecerdasan emosional yang ingin dikembangkan antara lain adalah kemampuan komunikasi interpersonal, kerjasama dan pengembangan wawasan dalam hal penerapan ilmu dan teknologi yang dikuasainya serta menumbuhkan disiplin dan etos kerja (Susilo, 2011: 6).
KKN Tematik Posdaya merupakan KKN yang komprehensif, fasilitator, dan bersifat memberikan solusi terhadap apa yang dihadapi masyarakat untuk memberdayakan kualitas hidupnya dengan menitikberatkan pada lima pilar yaitu: Kesehatan, Pendidikan, Ekonomi Pemberdayaan Lingkungan dan Keagamaan. Sasaran dari KKN Tematik Posdaya ini adalah tercapainya pemberdayaan keluarga dan masyarakat melalui sinergitas lembaga-lembaga yang telah ada melalui partisipasi aktif dari warga setempat.
Dari sudut pandang masyarakat penerima, KKN Tematik Posdaya membantu membentuk, mengisi dan mengembangkan Lembaga Posdaya di desa atau pedukuhan secara sistematis. Posdaya yang dibentuk merupakan wadah bagi keluarga dan masyarakat untuk bersama-sama mengatasi permasalahan yang dihadapi dalam bidang kewirausahaan, pendidikan dan pelatihan ketrampilan, KB dan kesehatan, dan lingkungan, yang sekaligus merupakan upaya memperbaiki kualitas sumber daya manusia yang diukur dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau pencapaian tujuan dan sasaran Millenium Development Index (MDGs) (Suyono, 2009).
Bagi mahasiswa, KKN Tematik Posdaya berfungsi sebagai media untukmelatih mahasiswa, meningkatkan rasa percaya diri melalui kegiatan menyatu dengan masyarakat, menjadi “dosen” atau “guru” untuk meningkatkan komitmen danpartisipasi masyarakat dalam pembangunan. Untuk itu mahasiswa diharapkan secaracermat mendengar, melihat dan melakukan analisis ilmiah, bisa kemudian dijadikanbahan penelitian, sebagai bahan untuk mencari pemecahan terhadap masalah yang dihadapi keluarga dan masyarakat di tempat tugasnya. Upaya pemecahanitu didasarkan dan dilakukan melalui pendidikan dan pemberdayaan keluarga yang dampak tingkah lakunya berupa partisipasi aktif oleh masyarakat secara gotong royong. Dalam kesempatan tersebut mahasiswa belajar dan mendampingi masyarakat secara langsung dalam upaya pemberdayaan yang dilakukan oleh keluarga dan masyarakat yang bersangkutan secara mandiri.

B.  Prinsip dan Asas Pelaksanaan KKN Tematik
Prinsip dan asas pelaksanaan KKN Tematik adalah sebagai berikut:
1.    Keterpaduan.
2.    Kebutuhan
3.    Kemampuan sendiri
4.    Interdisipliner
5.    Partisipatif aktif
6.    Keberlanjutan
KKN Tematik dilaksanakan secara terpadu, mencakupaspek intelektual, sosial-ekonomi, fisik dan manajerial agar mampu meningkatkan aspek pengetahuan, kemampuan dan keterampilan. Darisisi Tri Dharma Perguruan Tinggi, KKN Tematik harus mampu memadukanunsur Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran sertapengabdian masyarakat yang berbasis penelitian. Dari unsur program, KKNTematik harus mampu memadukan gagasan bersama antara PerguruanTinggi, pemerintah, mitra kerja, dengan kebutuhan masyarakat.
Kebutuhan. KKN Tematik dilaksanakan berdasarkan kebutuhanterasa yang diyatakan oleh perorangan, lembaga-lembaga masyarakat danpemerintah. Kegiatannya bertumpu pada kepentingan rakyat banyak danpemerintah yang disusun oleh masyarakat, bersama masyarakat, dalam masyarakat dan untuk masyarakat atas dasar kebutuhan dan berbagai sumber yang tersedia untuk memenuhi kepentingan bersama dalam aspek kehidupan dan penghidupan.
KKN Tematik dilaksanakan dengan mengutamakan penggalian dan pengembangan potensi lokal serta peningkatan swadaya masyarakat yang bertumpu pada kekuatan masyarakat sendiri (self-reliant development).
Pelaksanaan KKN Tematik dilaksanakan oleh mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu di lingkungan Perguruan Tinggi.Dalam hal ini, mahasiswa melaksanakan tugasnya atas dasar mekanisme pola pikir dan pola kerja secara interdisipliner. Dalam KKN Tematik. masyarakat , pemerintah beserta unsur-unsur lainnya yang berkaitan dengan program ini, didorong berpartisipasi aktif sejak perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasiprogram.
KKN Tematik dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan. Artinya, program kegiatan yang telah berhasil merupakan titik awal untuk program berikutnya hingga tercapai tujuan yang diharapkan oleh masyarakat dan pemerintah.

C.  Maksud, Tujuan dan Sasaran  KKN Tematik
1.      Maksud KKN Tematik
Adapun maksud dari pelaksanaan KKN Tematik yaitu sebagai berikut :
a.    Untuk kepentingan mahasiswa pelaksanaan KKN Tematik Posdaya dimaksudkan untuk membantu mahasiswa meningkatkan kemampuan menyatu bersama masyarakat, menerapkan ilmu dan tehnologi yang dipelajari secara langsung dan melihat apakah proses penerapan tersebut sesuai dengan teori, atau kuliah yang diikutinya, serta membawa manfaat bagi rakyat. Mahasiswa berlatih mendidik dan mengajar masyarakat berpartisipasi dalam pembangunan. Mahasiswa melakukan penelitian untuk mengembangkan ilmu yang bermanfaat bagi masa depan bangsa.
b.    Untuk kepentingan keluarga dan masyarakat, KKN Tematik Posdaya dimaksudkan untuk membantu pemberdayaan keluarga dan masyarakat melalui penerapan ilmu dan tehnologi dalam bidang wirausaha, pendidikan dan ketrampilan, KB dan kesehatan, serta pembinaan lingkungan untuk membangun keluarga yang bahagia dan sejahtera.
2.      Tujuan KKN Tematik
Adapun tujuan dari pelaksanaan KKN tematik yaitu sebagai berikut :
a.       Meningkatkan kepedulian dan kemampuan mahasiswa mempelajari dan mengatasi permasalahan keluarga dan penduduk melalui bantuanpenyusunan rencana dan pendampingan pada pelaksanakan programyang inovatif dan kreatif melalui penerapan ilmu dan teknologi bersamamasyarakat dan lembaga pedesaan lainnya.
b.      Meningkatkan kemampuan mahasiswa melaksanakan kegiatan pengembangan masyarakat sesuai arahan pembangunan manusia (human development), mencapai target dan sasaran Millennium Development Goals (MDGs), kompetensi, potensi, sumberdaya dan kemampuan lingkungan dalam wadah kerjasama masyarakat, pemerintah, swasta dan lembaga lainnya.
c.       Menggalang komitmen, kepedulian dan kerjasama berbagai stakeholders (Pemda, swasta, LSM dan masyarakat) dalam upaya pengentasan kemiskinan, kelaparan, mengatasi permasalahan dan ketidak berdayaan penduduk dan keluarga lainnya.
d.      Membantu mempersiapkan keluarga dan masyarakat agar memiliki kemampuan untuk memanfaatkan fasilitas dan dukungan yang diberikan oleh mitra kerja pembangunan (Pemda, lembaga swasta dan LSM) dalam perencanaan dan pengelolaan program yang bersiat partisipatif.
e.       Meningkatkan kemampuan dan kompetensi mahasiswa sesuai dengan bidang studi yang ditekuni.
3.    Sasaran KKN Tematik
Adapun sasaran KKN Tematik yaitu sebagai berikut :
a.    Terbentuknya Posdaya sebagai sarana pemberdayaan keluarga dan penduduk untuk pengembangan SDM dan pengentasan kemiskinan. Sasaran utama pembentukan ini bukan semata-mata dengan tujuan membentuk Posdaya, tetapi dimaksudkan agar keluarga muda, keluarga lansia, kaya dan miskin bisa bersilaturahmi dan saling peduli sesamanya. Jadi sasarannya adalah bahwa Posdaya ini menjadi forum pemberdayaan keluarga muda kurang mampu dan berkembangnya suasana hidup gotong royong di kalangan masyarakat setempat.
b.    Terbentuknya Pengurus melalui fasilitasi yang diberikan atau diupayakan oleh mahasiswa dilakukan melalui pemanfaatan potensi sumber daya manusia dan lainnya yang ada di sekitar desa.
c.    Tersusunnya rencana program dan kegiatan pembangunan yang kreatif dan inovatif berdasarkan arahan basis human development atau Millennium Development Goals (people centered development) melalui pengembangan kemampuan keluarga dan masyarakat dengan mengembangkan program pembangunan yang dapat dilakukan olehmasyarakat secara mandiri, sekaligus mengatasi permasalahan yang dihadapi masyarakat berdasarkan potensi, minat masyarakat dan kondisi penduduk sebagai sasaran garapan.
d.   Terlaksananya program Posdaya dengan pendampingan yang dilakukan oleh mahasiswa.
e.    Makin mengecilnya jumlah keluarga kurang mampu karena mengikuti proses pemberdayaan dan mampu melaksanakan fungsi-fungsi keluarga secara sempurna.
f.     Meningkatnya kerja sama Perguruan Tinggi dengan Pemda, swasta dan LSM.








BAB  III
PEMBAHASAN
A.  Gambaran Umum Lokasi
1.      Letak Geografis
Kelurahan Pundata Baji merupakan sebuah kelurahan yang terletak di Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Provinsi Sulawesi Selatan. Kelurahan Pudata Baji terbagi atas 2 lingkungan yaitu lingkungan Pundata dan Lingkungan Maccini Baji, Dimana kedua lingkungan tersebut terdiri atas 4 RW dan 19 RT adapun batas-batas Kelurahan sebagai berikut :
a.    Sebelah Utara berbatasan dengan Desa bonto manai
b.    Sebelah Selatan berbatasan dengan kec. bungoro.
c.    Sebelah Timur berbatasan dengan kelurahan borimasunggu
d.   Sebelah Barat berbatasan dengan selat makassar

Kelurahan pundata baji memiliki luas wilayah 522,58 ha. Dengan jumlah penduduk 4140 jiwa. Lingkungan pundata terletak di daratan sedangkan lingkungan maccini baji terletak di kawasan pesisir.

Gambar 3.1: Peta Kelurahan Pundata Baji
2.      Sarana dan Prasarana
Kelurahan Pundata Baji memiliki beberapa sarana yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat dengan baik. Salah satu sarana pemerintahan yang terdapat di Kelurahan Pundata Baji yaitu Kantor Kelurahan yang terletak di erasa yang juga menjadi kantor untuk Badan Permusyawaratan Rakyat (BPR). Dalam bidang pendidikan, Kelurahan pundata baji telah dilengkapi dengan beberapa fasilitas pendidikan yang terletak di 2 lingkungan di kelurahan pundata baji yaitu TK Pertiwi, SD Negeri 21 pundata, SD Negeri 31 Maccini Baji, SMP Neg 3 Labakkang, SMA Neg 1 Labakkang, dan SMK Neg 1 Labakkang. Sedangkan untuk pendidikan tingkat Universitas  belum ada.
Gambar 3.2: Kantor Kelurahan Pundata Baji
Dalam bidang kesehatan, Kelurahan pundata baji telah memiliki Puskesmas yang juga terdapat di Erasa tepatnya di sebelah kiri kantor kelurahan. Puskesmas ini menaungi posyandu yang terdapat di tiap-tiap lingkungan yang pemeriksaannya dilakukan 1 kali dalam sebulan dengan waktu yang berbeda-beda untuk tiap-tiap lingkugan.

Gambar 3.3: Puskesmas Pundata Baji

Dalam bidang keagamaan, Kelurahan pundata Baji telah dilengkapi dengan beberapa mesjid yang terdapat di dua lingkungan yaitu lingkungan pundata dengan lingkungan maccini baji,. Sedangkan tempat peribadatan lain seperti gereja, pura dan tempat peribadatan lain untuk agama non muslim tidak terdapat di Desa ini.
NO
Nama Mesjid
Tempat
1.
Mesjid Nurul Hidaya
Malise
2.
Mesjid Nurul Hidaya
Pasar pundata baji
3.
Mesjid Jami Arrahman
Erasa
4.
Mesjid HASDAM
Pallabiang
5.
Mesjid Nurul Ijtima
Pundata
6.
Mesjid Nurul Islam
Maccini Baji

Tabel 3.1: Nama-nama mesjid yang terdapat di Kelurahan Pundata Baji.

Dalam hal prasarana, dapat dikatakan bahwa Kelurahan Pundata Baji merupakan kelurahan yang berada dalam tahap pembangunan. Lingkungan pundata yang paling mudah dijangkau dan merupakan lingkungan yang paling mudah dijangkau bisa dikatakan bahwa sebagian besar jalanannya telah beraspal tetapi sebagian besar telah mengalami kerusakan termasuk jalan yang menjadi penghubung antara lingkungan pundata dan maccini baji, namun untuk pembangunannya mungkin telah derencanakan. Sedangkan jalan poros penghubung antara kelurahan dengan jalan raya telah beraspal dan masih bagus.
Dalam hal prasarana di bidang pengairan yaitu saluran air, bisa dikatakan bahwa sebagian besar lingkungan yang terdapat di Kelurahan pundata baji telah memiliki saluran air yang memadai dan telah dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Sedangkan untuk listrik, bisa dikatakan bahwa hampir seluruh masyarakat di wilayah Kelurahan Pundata Baji telah menikmati penerangan dari PLN (Perusahaan Listrik Negara), sedangkan air sebagian besar masyarakat memanfaatkan air sumur dan PAM untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak, mencuci dan sejenisnya.
3.      Keadaan Penduduk
a.       Kehidupan Sosial Ekonomi
Penduduk Kelurahan Pundata Baji berjumlah ± 4140 jiwa, dengan status sosial ekonomi yaitu jumlah pegawai honorer 84 jiwa, budidaya rumput laut 83 jiwa, nelayan 159 jiwa, PNS 210 jiwa, tani tambak 267 jiwa, petani 527 jiwa, wirasuwasta 726 jiwa.

Berdasarkan tingkat kesejahteraan masyarakat dilihat dari segi pendidikan, kesehatan dan kehidupan ekonomi dapat dibedakan ke dalam 4 kelompok utama yaitu KPS (Keluarga Pra Sejahtera), KS I (Keluarga Sejahtera I), KS II (Keluarga Sejahtera II), dan KS III (Keluarga Sejahtera III.
1.    Keluarga Pra Sejahtera adalah sebuah keluarga yang salah satu dari kondisi dibawah ini tidak terpenuhi :
a.       Keluarga itu makan dua kali sehari
b.      Mempunyai pakaian layak untuk keperluan yang berbeda
c.       Bila ada anak atau anggota keluarga yang sakit dibawa ke sarana atau petugas kesehatan
d.      Bila pasangan usia subur ingin ber-KB pergi ke sarana pelayanan KB
e.       Semua anak berusia 7-15 tahun yang ada dalam keluarga bersekolah
2.    Keluarga Sejahtera I adalah sebuah keluarga yang seluruh kondisi pada keluarga pra sejahtera diatas telah dapat dipenuhi.
3.    Keluarga Sejahtera II adalah sebuah keluarga yang selain memenuhi kondisi keluarga sejahtera II juga memenuhi kondisi lain sebagai berikut :
a.       Anggota keluarga melaksanakan ibadah menurut agamanya masing-masing
b.      Anggota keluarga makan daging/telor/ikan paling kurang sekali dalam satu minggu
c.       Anggota keluarga memperoleh satu setel pakaian baru dalam satu tahun
d.      Luas lantai rumah paling kurang 8m2 untuk setiap penghuni rumah
e.       Dalam tiga bulan terakhir seluruh anggota keluarga dalam keadaan sehat
f.       Terdapat seorang atau lebih anggota keluarga yang bekerja
g.      Seluruh anggota keluarga berumur 10-60 tahun bisa baca tulis tulisan latin
h.      Pasangan usia subur dengan dua anak atau lebih mempergunakan kontrasepsi
4.    Keluarga Sejahtera III adalah sebuah keluarga yang selain memenuhi kondisikeluarga sejahtera II juga memenuhi kondisi lain sebagai berikut:
a.    Keluarga berupaya meningkatkan pengetahuan agamanya
b.    Sebagian penghasilan keluarga bisa ditabung
c.    Keluarga makan bersama paling kurang sekali dalam satu minggu
d.   Keluarga ikut kegiatan masyarakat di lingkungannya
e.    Keluarga memperoleh informasi dari media massa

b.    Kehidupan Keagamaan
Kehidupan keagamaan masyarakat kelurahan pundata baji bisa dikatakan telah berada dalam tingkatan yang memadai. Hal tersebut didukung oleh berbagai sarana keagamaan yang terdapat di tiap-tiap lingkungan yaitu mesjid yang menjadi tempat bagi masyarakat untuk melaksanakan shalat berjamaah pada tiap-tiap waktu shalat, termasuk dalam pelaksanaan shalat Jumat,. Sedangkan untuk kegiatan keagamaan lain seperti TK-TPA dan majlis taklim bagi ibu-ibu juga sudah mulai dirintis. Untuk TK-TPA terdapat di masjid nurul ijtima, dan nurul islam, sehingga anak-anak belajar mengaji di mesjid Nurul Islam  dan nurul ijtima yang terdapat di maccini baji dan pundata.
B.  Program Kerja
1.      Sosialisasi Program Kerja
a.       Penerimaan
Kegiatan penerimaan ini dilaksanakan saat pemberangkatan KKN Reguler UIN Alauddin Makassar Angkatan ke 49 pada hari Jumat 28 Februari 2014 yang bertempat di kantor kelurahan pundata baji. Kegiatan penerimaan ini sekaligus dirangkaikan dengan kegiatan pelepasan oleh Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi yang juga merupakan pembina dari POSDAYA Dr. Hj. Muliaty Amin M.Ag didampingi oleh dosen pembimbing Drs Arifuddin Tike M.Sos.I dan di terima oleh bapak H. ARIFIN, S. TP sebagai Kepala  Kelurahan  Pundata Baji.
b.      Survey Lokasi dan Seminar Program Kerja
Kegiatan survey ini dilaksanakan sebanyak 1 kali yaitu pada tanggal 1 Maret 2014 yang dilakukan di kelurahan pundata baji  dan dilanjutkan dengan penyebaran undangan seminar program kerja untuk Ketua lingkungan, Ketua RW, Ketua RT, dan seluruh tokoh masyarakat di Kelurahan Pundata Baji pada tanggal 3 Maret 2014.
Sedangkan seminar program kerja di laksanaan pada tanggal 06 Maret 2014 dan bertempat di Kantor kelurahan Pundata Baji serta dihadiri oleh kepala Kelurahan, beberapa tokoh masyarakat termasuk pengurus PKK dan Ibu2 majelis ta’lim serta tokoh pemuda termasuk pengurus remaja mesjid tiap-tiap lingkungan.
2.      Pelaksanaan Program Kerja
a.       Fisik
NO
Kegiatan
Sifat Fisik
Biaya (Rp)
Baru
Rehabilitasi
1.
Pembuataan papan nama LPM Kelurahan
1

Rp. 200.000
2.
Pengumpulan data base Desa

8
Rp. 800.000
3.
Pembersihan Mesjid

8
Rp. 400.000
5.
Pemberian bantuan buku Iqra dan Al Quran
28

Rp. 1.400.000
Jumlah
Rp. 2.800.000

b.      Non Fisik
NO
Kegiatan
Jumlah Pelaksanaan
Jumlah Orang yang Terlibat
Biaya (Rp)
1.
Kegiatan TK/TPA
31
10
Rp. 310.000
2.
Mengajar di sekolah
17
8
Rp. 255.000
3.
Penyuluhan Menyikat gigi dan Mencuci tangan yang baik dan benar
2
2
Rp. 100.000
5.
Pelatihan Penyelenggaraan  Jenazah
1
17
Rp. 200.000
6.
Festival anak Sholeh
2
10
Rp. 1000.000
Jumlah
Rp.1.865.000

c.       Kegiatan Tambahan
1.      Fisik
NO
Kegiatan
Sifat Fisik
Biaya (Rp)
Baru
Rehabilitasi
1.
Penanaman mangrove

-
Rp. 50.000
2.
Pemasangan Septic Tank
1

Rp. 100.000
3.
Pembuatan balok pembatas mesjid
1

Rp. 100.000
4.
Pembersihan makam
1

Rp. 300.000
5.
Pembuatan Data base Penduduk
1

Rp. 800.000
6.
Khutbah dan Imam Shalat


Rp. 100.000
Jumlah
Rp. 1.450.000

2.      Non Fisik
NO
Kegiatan
Jumlah Pelaksanaan
Jumlah Orang yang Terlibat
Biaya (Rp)
1.
Piket di kelurahan
30
10
Rp. 300.000



2
Seminar Posdaya
1
25
Rp. 1000.000
Jumlah
Rp. 1.300.000

3.    Sumber dan Sasaran Keuangan
NO
Sumber Dana
Jumlah (Rp)
Sasaran Pembiayaan
Objek
1.
Dana Pribadi
Rp. 2. 180.000
Perlengkapan semua program kerja
15


2.
Yayasan Kalla Group
Rp. 400.000
·      Hadiah FASI
·      Spanduk

2
3.
Kompas
Rp. 1.050.000
Kuis FASI
1
4.
Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Rp. 1000.000
Seminar Posdaya
1
6.
Toha Putra
Rp. 250.000
Bantuan Al-Qur’an
5
7.
PKPU
Rp. 1.150.000
Bantuan Al-Qur’an
23
Jumlah
Rp. 6.030.000
                                                           
                                                           
C.  Faktor Pendukung dan dan Faktor Penghambat
Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Reguler (KKNR) yang dilakukan oleh mahasiswa UIN Alauddin Makassar di Kelurahan Pundata Baji Kec. Labakkang kab. Pangkep tidak terlepas dari dukungan pemerintah baik itu pemerintah kelurahan maupun kecamatan beserta dukungan seluruh masyarakat Kelurahan Pundata Baji.
1.    Partisipasi Masyarakat
Partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN cukup besar. Partisipasi masyarakat terlihat dari dukungan para orang tua yang mempercayakan anaknya untuk di beri bimbingan belajar oleh mahasiswa KKN selama ± 2 bulan. Partisipasi masyarakat juga terlihat dari antusiasme masyarakat (ibu-ibu) dan bapak bapak saat mengikuti pelatihan sholat jenazah, sosialisasi tentang Tanaman Obat Keluarga (TOGA) serta berbagai kegiatan-kegiatan lain yang dilaksanakan seperti Layanan Aksi sehat gigi bersih dan cuci tangan yang benar.
Partisipasi masyarakat ditunjukkan juga dengan antusiasme para pemuda dari tiap-tiap lingkungan yang terdapat di kelurahan pundata baji yang sering berkunjung ke Posko KKN untuk berdiskusi dengan para mahasiswa serta memberikan informasi-informasi yang dibutuhkan oleh mahasiswa. 
2.    Perhatian Pemerintah
Perhatian pemerintah juga tidak kalah pentingnya dalam penyusunan program kerja dan pelaksaan program kerja yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya saran-saran dari pemerintah kelurahan terkait dengan program kerja yang akan dijalankan. Selain itu perhatian pemerintah juga ditunjukkan dengan melibatkan mahasiswa KKN dalam pelaksanaan beberapa kegiatan kelurahan seperti pencacahan, dan pemasangan septik tank sehingga mahasiswa KKN juga bisa mengetahui bentuk-bentuk pembangunan yang telah dilaksanakan, yang sedang dilaksanakan dan yang akan dilaksanakan di kelurahan pundata baji.
Selain itu perhatian pemerintah juga ditunjukkan dengan melibatkan mahasiswa KKN dalam berbagai kegiatan, sehingga selain menambah pengetahuan dan pengalaman bagi mahasiswa KKN juga bisa menjadi wadah bagi mahasiswa KKN untuk mengabdi kepada masyarakat.
3.    Faktor Penghambat
Dalam pelaksanaan KKNR yang dilakukan oleh mahasiswa di kelurahan pundata baji tidak luput dari berbagai macam hambatan terutama disebabkan oleh jumlah mahasiswa KKNR yang terbatas (hanya 10 orang) dengan luas kelurahan yang cukup besar dan terbagi ke dalam 2 lingkungan sehingga untuk pelaksanaan program kerja, mahasiswa harus mampu mensiasati program kerja yang mampu dijalankan  jika dilakukan di lingkungan  yang berbeda. Selain itu juga kadang terjadi beda pendapat antara masyarakat yang awam tentang proker kerja yang mahasiswa laksanakan.




























BAB IV
PENUTUP

A.  Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat diperoleh dari pelaksanaan kuliah kerja nyata (KKN) adalah sebagai berikut :
1.    Cara meningkatkan kemampuan menyatu bersama bersama agar mampu menerapkan ilmu pengetahuan yang telah dipelajari di bangku perkuliahan yaitu dengan mempelajari kebiasaan sebagian besar masyarakat di kelurahan tempat pelaksanaan KKN termasuk berusaha mempelajari bahasa sehari-hari yang banyak digunakan oleh masyarakat sehingga komunikasi dengan masyarakat bisa berjalan dengan baik.
2.    Untuk membantu pemberdayaan keluarga dan masyarakat dalam bidang wirausaha, pendidikan, keterampilan, kesehataan serta pembinaan lingkungan dapat dilakukan dengan mencari tahu kebutuhan masyarakat yang terkait dengan hal-hal tersebut baik dengan melakukan survei atau pengamatan secara langsung ataupun mewawancarai tokoh-tokoh masyarakat di kelurahan tempat pelaksanaan KKN. Serta berusaha menjadikan kegiatan yang dilakukan semenarik mungkin sehingga masyarakat tertarik untuk turut aktif dalam program pemberdayaan yang berusaha diterapkan.
3.    Untuk berinteraksi sosial dan bekerja sama dengan mitra kerja dalam menggali potensi dan permasalahan masyarakat kelurahan yaitu dengan menyatukan visi dan misi yang ingin dijalankan serta menghindari sifat mau menang sendiri untuk menjaga keharmonisan di antara peserta KKN sehingga program kerja yang ingin dijalankan tidak terhambat karena sifat egois dari beberapa pihak. 
B.  Saran
Adapun saran yang bisa diberikan terhadap pelaksanaan kuliah kerja nyata (KKN) yaitu sebagai berikut :
1.    Sebaiknya dalam merumuskan program kerja yang akan dilaksanakan perlu pertimbangan yang matang agar program kerja yang direncakan bisa dijalankan dengan baik serta mendapatkan respon yang positif dari masyarakat.
2.    Dalam pelaksanaan KKN perlu koordinasi yang baik antara mahasiswa KKN dengan aparat kelurahan terkait dan tokoh-tokoh masyarakat yang terdapat di kelurahan tempat pelaksanaan KKN.
3.    Mahasiswa yang akan mengikuti KKN agar terlebih dahulu dibekali dengan keahlian dan ilmu pengetahuan yang cukup agar dapat bertindak dan bekerja dengan baik di lokasi KKN.

Dosen Pembimbing                                         Kepala Kelurahan Pundata Baji


Dr. Hj. Muliaty Amin M.Ag                           H. ARIFIN, S. TP                 
NIP : 195409151987032 001                         NIP. 196608181989031013















DAFTAR PUSTAKA

Kusmayadi, Dedi. Pedoman Kuliah Kerja Nyata Universitas Siliwangi Periode II. Tasikmalaya: Universitas Siliwangi, 2012.

Lembaga Penelitian Pengembangan Dan Pengabdian Masyarakat (LP3M). Buku Panduan Kuliah Kerja Nyata UMT. Tangerang: Universitas Muhammadiyah Tangerang, 2013.

Suyono, Haryono dan Rohadi Haryanto. Pedoman Pelaksanaan KKN Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya). Depok: Citra Kharisma Bunda, 2009.

Susilo, Bambang. Buku Panduan Kuliah Kerja Nyata (KKN), Praktek Kerja Lapang (PKL), Tugas Akhir (Skripsi) dan Tesis. Malang: Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, 2012.

Tim KKN UPI. Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Program Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya). Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia, 2012.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS